Home / Berita Umum / Total IAR Sudah Lepaskan 36 Orang Utan ke Habitatnya

Total IAR Sudah Lepaskan 36 Orang Utan ke Habitatnya

Total IAR Sudah Lepaskan 36 Orang Utan ke Habitatnya – IAR Indonesia bersama-sama BKSDA Kalimantan Barat kembali melepasliarkan enam orangutan di area Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kabupaten Sintang. Keseluruhan IAR telah melewatkan 36 orang utan ke habitatnya..

“Ke enam orangutan yg kami lepasliarkan itu seluruhnya adalah orangutan hasil rehabilitasi, termasuk juga sepasang induk serta anak orangutan bernama Maily serta Osin. Untuk sekali-kalinya, induk anak orangutan hasil rehabilitasi dilepaskan di area ini, bersama-sama ke-4 orangutan bernama Lady, Obi, Muria serta Zoya,” kata Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L Sanchez di Ketapang, Minggu (17/2/2019).

Dipilihnya Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya tempat pelepasliaran orangutan sebab hutannya yg masih tetap alami serta bagus. Survey dari team IAR Indonesia pun tunjukkan jumlahnya pohon pakan orangutan yg berlimpah, diluar itu statusnya menjadi area taman nasional akan tambah sanggup mengontrol orangutan ini serta habitatnya menjadi area konservasi.

Dia mengimbuhkan, IAR Indonesia menerjunkan team monitoring untuk mengerjakan pemantauan tingkah laku serta proses penyesuaian orangutan ini di lingkungan barunya. Team monitoring yg terdiri dalam penduduk desa penyangga area TNBBBR ini dapat mencatat tingkah laku orangutan tiap-tiap dua menit dari orangutan bangun sampai tidur kembali sehari-harinya. Proses pemantauan ini berjalan saat 1-2 tahun untuk meyakinkan orangutan yg dilepaskan dapat bertahan hidup serta menyesuaikan dengan lingkungan barunya.

Dia mengimbuhkan, proses rehabilitasi adalah proses panjang yg menghabiskan waktu, tenaga serta usaha yg banyak. Salah satunya rintangan paling besar dalam proses rehabilitasi yaitu tidak tersedianya buku pedoman yg tentunya bagaimana merehabilitasi orangutan serta kembalikan tingkah laku dan potensi alaminya untuk hidup bertahan di rimba.

“Dalam pelepasan kesempatan ini kami mengerjakan satu terobosan untuk melepasliarkan bayi orangutan dengan induk asuhnya. Zoya serta Muria sama-sama belajar bagaimana bertahan hidup di alam. Zoya yg belum pernah dijaga oleh manusia memperlihatkan tingkah laku alami yg dapat dipelajari Muria, serta Muria yg protektif selamanya buat perlindungan Zoya dari bermacam bahaya yg ada pada alam. Lihat perkembangan kedua-duanya yg cepat, kami tidak kuatir untuk membuatnya menjadi calon pelepasliaran,” bebernya.

Selain itu, Plt Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Hernowo menyebutkan, kesibukan pelepasliaran enam orangutan hasil rehabilitasi ini, adalah salah satunya program kerja sama TNBBBR dengan YIARI yg sudah di sepakati dalam Gagasan Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2019 serta termasuk juga dalam babak pertama pelepasliaran orangutan tahun 2019.

Idenya dapat ada tiga stage pelepasliaran orangutan saat tahun 2019. Serta Orangutan hasil rehabilitasi ini selesai dilepasliarkan dapat dimonitoring, di mana kesibukan monitoring dapat dikerjakan dimulai dari orangutan bangun tidur sampai tidur kembali di sarang, ujarnya.

About admin