Tjahjo Mengatakan Belum Ada Bahasan Tentang Izin FPI

Tjahjo Mengatakan Belum Ada Bahasan Tentang Izin FPI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menuturkan dapat perhitungkan tuntutan online yg minta Kemendagri tdk perpanjang izin FPI. Tetapi Tjahjo mengatakan belumlah ada bahasan sehubungan kesulitan itu.

” Itu (tuntutan) kelak terus berubah menjadi bahan pertimbangan. Satu orang lantas terus berubah menjadi bahan pertimbangan, ditambah lagi ini telah banyak. Namun ini belum hingga sampai kita ulas, sebab belumlah ada pengajuannya, ” kata Tjahjo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019) .

Terkecuali itu, Tjahjo menuturkan juga lakukan pelajari pada organisasi pimpinan Habib Rizieq Syihab itu. Tetapi ia mengutarakan sampai waktu ini belumlah ada surat penyerahan perpanjangan izin yg dikirimkan FPI, sampai-sampai faksinya belum dapat membicarakan atau lakukan pelajari.

” Kami bisa suratnya belum kok. Masih Juni kok, mengapa kok ribut? Demikian kelak ada surat ke kami mohon memperpanjang, ya, baru kita kerjakan pelajari dengan kementerian/instansi sehubungan, ” ujarnya.

” Serta FPI menyurvei diri kita sendiri bagaimana sekian lama ini, begitu saja. Belum nih, belumlah ada apa-apa (surat penyerahan) kok, ” tambah Tjahjo.

Awal mulanya, tersebar tuntutan daring (online) untuk menyetop izin FPI yg nampak pada Minggu (5/5) . Tuntutan itu berjudul ‘Stop Ijin FPI’, yg dibuat oleh Ira Bisyir. Tuntutan itu diperuntukkan terhadap Menteri Dalam Negeri. Tuntutan ini membawa beberapa orang menampik perpanjangan izin FPI yg dapat selekasnya selesai.

” Mengingat dapat berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia, silahkan kita bersama menampik perpanjangan ijin mereka. Sebab organisasi itu ialah Adalah grup Radikal, simpatisan kekerasan serta simpatisan HTI, ” demikian tuliskan pembuat tuntutan.

Tuntutan itu nampak kala izin lima tahunan FPI saat selesai. Disaksikan dari situs sah Kemendagri, didapati izin ormas FPI disinyalir dengan nomer Surat Info Tercatat (SKT) 01-00-00/010/D. III. 4/VI/2014. Masa berfungsi SKT FPI tertanggal dari 20 Juni 2014 hingga sampai 20 Juni 2019.

Berlalu tiga hari dari hadirnya tuntutan anti-FPI, nampak tuntutan pro-FPI. Judul gugatannya ialah ‘Dukung FPI selalu eksis’. Tuntutan ini dibuat oleh Imam Kamaludin, yg diperuntukkan untuk Mendagri.

” FPI yg kita kenal, realitanya selamanya berperan pada perihal positif, seperti mendukung korban petaka alam di tiap wilayah bahkan juga yg terpencil harus selalu dapat dukungan eksistensi-nya. Ada usaha dari grup yg tdk bertanggung-jawab untuk hentikan organisasi ini. Membantu FPI selalu untuk ada pada saat penduduk memerlukan pemberian, ” tuliskan Imam di tuntutan itu.