Home / Uncategorized / Seorang Pria Dibunuh Dua Rekannya Diduga Masalah Hutang

Seorang Pria Dibunuh Dua Rekannya Diduga Masalah Hutang

Seorang Pria Dibunuh Dua Rekannya Diduga Masalah Hutang – Deretan Satreskrim Polres Semarang sukses membeberkan masalah pembunuhan pada Mustaqim (31) , warga Dusun Galeh RT02/RW 03, Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Dalam masalah itu, polisi sukses menangkap dua pemeran ialah Listiwan (27) , warga Desa Bantal, Kecamatan Bancak serta Muhammad Abdul Kholiq (24) , warga Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Keduanya tersangka di tangkap di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini tersangka ditahan di ruangan tahanan Polres Semarang serta masalah ini dalam sistem penyidikan.

Info yang disatukan di tempat sebutkan, masalah pembunuhan sadis ini dipicu dari masalah utang piutang. Korban di ketahui sudah menggadikan motor tersangka Muhammad Abdul Kholiq serta selagi diperintah korban belum juga dapat menebusnya. Selanjutnya tersangka sampaikan masalah ini pada temannya Listiawan.

Dikarenakan jengkel dengan sikap korban yang tdk beda yaitu kawan bermain ke-2 pemeran, pada akhirnya mereka setuju buat menghabisinya. Tidak cuman memiliki rencana membunuh korban, ke-2 pemeran juga memiliki rencana punya motor korban Satria FU nopol H 4064 VI serta menjualnya.

Pada akhirnya ke-2 tersangka bikin janji buat bersua dengan korban pada Kamis (3/8/2017) saat lalu. Sehabis bersua ke-2 tersangka mengajak korban karaoke di Sarirejo (Sembir) , Bugel, Sidorejo, Salatiga.

Jumat (4/8/2017) awal hari lebih kurang waktu 01. 30 WIB mereka usai karaoke serta mengajak korban pulang. Tapi selagi hingga di jembatan sungai di Desa Karanglo Bringin, tersangka Muhammad Abdul Kholiq memohon korban buat berhenti dengan argumen pengen buang air besar di sungai.

Sehabis dari sungai, tersangka Muhammad Abdul Kholiq memukul korban yang selagi itu lagi tengah duduk dari belakang dengan batu di sisi kepala. Tdk pelak korban alami luka serta mengerang kesakitan. Selagi korban meronta, tersangka Listiawan segera menusuk dada korban dengan sebilah pisau yang sudah di siapkan diawalnya.

” Tersangka menusuk dada korban dengan pisau dapur yang sudah dibeli disebuah minimarket di daerah Blotongan, Salatiga jumlah 14 kali. Sehabis korban terkapar, banyak tersangka ambil handphone serta duwit didompet korban sejumlah Rp250. 000. Seterusnya banyak tersangka buang korban di Bendungan Karanglo, Bringin, ” jelas Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova pada wartawan selagi ekspose masalah pembunuhan tersebut di Mapolres Semarang, Selasa (22/8/2017) .

Sehabis buang korban ke bendungan, ke-2 tersangka membawa kabur motor korban. Selanjutnya, pada Minggu (6/8/2017) mayat korban diketemukan warga terapung di bendungan.

Warga segera memberikan laporan masalah ini ke Polsek Bringin serta Polres Semarang. Sehabis melaksanakan penyelidikan, pada akhirnya petugas sukses mengantongi bukti diri pemeran serta sukses menangkapnya di Bekasi, Jawa Barat pada minggu saat lalu.

Menurut Djarot, ke-2 tersangka diawalnya sudah memiliki rencana pembuhuhan pada korban dengan masak. Korban sudah mempersiapkan senjata tajam buat menusuk korban. ” Lantaran itu, ke-2 tersangka digunakan pasal berlapis. Ialah Pasal 340, 338, 170 serta 365 KUHP dengan ancaman hukuman 20 th. penjara, ” tangkisnya.

Disamping itu, tersangka Listiawan mengemukakan, dianya sendiri tega membunuh dikarenakan kesal dengan korban. ” Mustaqim meminjam motor Kholiq buat digadaikan dengan mengatasnamakan saya. Tapi selagi motor akan kami minta kembali, Mustaqim menjawab motor belum juga ditebus. Itu yang bikin kami kesal, ” tangkisnya.

About admin