Home / Berita Umum / Putus Asa Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Batang Minta Disuntik Mati

Putus Asa Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Batang Minta Disuntik Mati

Putus Asa Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Batang Minta Disuntik Mati – Afandi (48) masyarakat Kabupaten Batang ini menanggung derita sakit menahun yg tidak kunjung pulih. Lantaran putus harapan, ia mengantarkan surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah untuk minta disuntik mati.

Masyarakat Desa Timbang RT 5 /RW 2, Kecamatan Banyuputih ini alami sakit perut serta dada sejak mulai tahun 2004 kemarin. Akan tetapi usaha medis atau penyembuhan pilihan udah dikerjakan tidak kunjung pulih.

Kala didapati di tempat tinggalnya, Jumat (14/9) Afandi kelihatan lemah, tidak berkemampuan.

” Saya sakit perut serta dada sejak mulai tahun 2004. Telah berobat ke rumah sakit kemana-kemana. Belumlah pulih, ” kata Afandi.

Menurut dia, berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain udah dikerjakan, baik di Batang atau sampai luar Kabuopaten Batang. Penyembuhan pilihan juga dikerjakan akan tetapi tidakada perubahan yg bagus.

” Andaikan mati tidak dosa, ya saya pingin mati. Beban keluarga banyak, saya pernah ajukan surat permintaan suntik mati ke kejaksaan di Batang serta Semarang, ” tukasnya.

Disadari Afandi surat yg udah kirim ke kejaksaan lewat pos itu, didapati oleh istrinya, Salehati (47) serta dua anaknya.

” Ya mereka mengerti namun tidak ingin tahu masalah itu, ” kata Afandi.

Sehari-harinya, Afandi cuma melakukan aktivitas ditempat tidur, baik makan-minum bahkan pekerjaan buang air kecil serta besar. Itu telah dikerjakan oleh Afandi sejak mulai 14 tahun yang lalu.

Afandi sendiri bukan termasuk juga keluarga kurang bisa. Rumah hunian sekian lama ini termasuk juga pantas huni serta termasuk rumah yg permanen. Anak pertamanya baru selesaikan kuliah D3 di Undip. Anak kedua-duanya sekarang ini masih tetap sekolah kelas satu satu tingkat SLTA.

” Saya sudahlah tidak miliki apa-apa. Hidup saya atas belas kasih orang. Saya tidak bekerja lagi. Anak-anak sekolah lantaran dibantu yg berbeda, ” jelas Afandi.

About admin