Home / Berita Umum / Polres Trenggalek Tangkap Wartawan Palsu

Polres Trenggalek Tangkap Wartawan Palsu

Polres Trenggalek Tangkap Wartawan Palsu – Polisi mengamankan seseorang wartawan gadungan yang mengakui dari satu diantara tv nasional. Tersangka di tangkap waktu ada di Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menyebutkan tersangka merupakan Jimmie Rudolf Medau, warga Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Dari tangan aktor, polisi mengambil alih tanda bukti berbentuk surat pekerjaan palsu, kartu bukti diri wartawan, camera DSLR, tripod, dan beberapa tanda bukti beda.

” Tersangka ini kami tangkap sebentar sehabis lakukan peliputan di Polres Trenggalek, dikarenakan memakai surat-surat palsu, seakan-akan dari SCTV serta nyatanya bukanlah, ” tuturnya waktu jumpa pers, Sabtu (10/2/2018) .

Menurut Didit, penangkapan aktor bermula waktu dia beberapa waktu lantas mendatangi Polres Trenggalek serta kirim surat menyerahkan liputan spesial berkenaan pengamanan Pilkada 2018. Dalam surat itu ia mengklaim jadi kontributor SCTV lokasi eks Karesidenan Kediri.

” Kami menghormati tiap-tiap wartawan yang juga akan lakukan peliputan jadi kami layani sesuai sama tema yang diserahkan, ” katanya.

Diterangkan Didit, tersangka yang waktu ini bertempat di Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari itu pada Jumat pagi kembali pada Polres Trenggalek manfaat sistem peliputan serta pengambilan gambar video berkenaan kesiapan pilkada termasuk juga tindakan peragaan beladiri polisi.

” Pada waktu itu kami telah mulai syak wasangka dengan gerak-gerik tersangka, dikarenakan ia seseorang diri serta terlihat beberapa kejanggalan, pada akhirnya saya perintahkan Kasubbag Humas serta Kasat Reskrim untuk mencari bukti diri asli tersangka, ” timpalnya.

Didit memberikan, dari hasil pencarian lewat kontributor SCTV yang asli dan info manajemen SCTV, aktor di ketahui bukanlah karyawan ataupun kontributornya, dan tak ada liputan spesial Pilkada di Trenggalek.

” Akhirnya yang berkaitan kami kerjakan interogasi serta dilaksanakan penahanan sehabis dilaporkan dengan resmi oleh manajemen SCTV berkenaan pemalsuan surat, ” timpalnya.

Sesaat itu, tersangka Jimmie mengaku semua tindakannya. Ia nekat buat surat palsu supaya disangka jadi wartawan SCTV, maka bebas lakukan peliputan.

” Dahulu pada th. 1996 saya memanglah kerja di SCTV Surabaya jadi cameramen, tapi saat ini telah tidak. Saya kangen dengan dunia jurnalistik, maka nekat lakukan ini, ” tuturnya.

Pihaknya berdalih, gambar hasil liputannya itu juga akan diantar ke SCTV Jakarta lewat berapa kenalannya semasa masih tetap bekerja di Surabaya.

” Bila untuk id card itu asli saat bekerja di SCTV, hanya logonya saya ubah dengan yang baru, ” tuturnya.

Jimmie mengakui, terkecuali di Trenggalek ia juga merencanakan lakukan tindakan sama di Polres Tulungagung, Kediri dan Blitar.

Akibat tindakannya tersangka ditahan di Polres Trenggalek serta dijerat pasal 263 KUHP berkenaan pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman maksimum enam th. penjara.

About admin