Home / Berita Umum / Polisi Mengamankan Beberapa Tanda Bukti

Polisi Mengamankan Beberapa Tanda Bukti

Polisi Mengamankan Beberapa Tanda Bukti – Lima rumah di jalan Tinumbu kota Makassar, Sulawesi Selatan terbakar pada Senin, 6 Agustus 2018 kemarin. Momen yg menewaskan enam orang pada sebuah keluarga sudah sempat disangka gara-gara korsleting listrik, akan tetapi penyelidikan polisi menyingkap realita memang.

Kepala Polrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengemukakan, rumah berniat dibakar oleh dua orang pemeran. Pembakaran dipicu piutang transaksi narkoba menyertakan satu diantaranya korban yg wafat terbakar.

” Hasil penyelidikan team, peristiwa gara-gara pembakaran. Pelakunya bernama AM Ilham atau Ilo. Dia pelaku eksekusi bersama dengan mitranya yg DPO (dalam penelusuran orang) bernama Rahman atau Appang, ” kata Irwan pada pertemuan pers di Kantor Polrestabes Makassar, Minggu 12 Agustus.

Pada momen kebakaran Senin jam 3. 00 Wita itu, kobaran api menghanguskan pasangan suami-istri bernama Sanusi, 70 tahun, serta Bondeng, 65. Api juga menewaskan anak mereka, Musdalifah, 30, dan tiga cucu semasing Fahril, 24, Namira, 19, serta Hijas, 2 tahun.

Dari pelacakan team Reserse Kejahatan serta Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, didapati jika korban Fahril berutang, sehabis bertransaksi sabu dengan penghuni Instansi Pemasyarakatan Klas I Makassar bernama Besar bin Ampu. Besar memerintah pemeran membakar rumah Fahril, lantaran gak ingin membayar utang meskipun beberapa kali ditagih.

” Disangka kuat pembakaran atas instruksi Besar. Waktu ini dia masih tetap berstatus narpidana perkara pembunuhan serta narkotika. Dia diganjar hukuman pidana 12 tahun, serta sudah ditempuh sepanjang lebih kurang lima tahun, ” kata Irwan.

Pada perkara ini, Polisi mengamankan beberapa tanda bukti. Salah satunya botol plastik yg dipakai Ilham menyimpan bensin. Bensin itu disiramkan ke dinding serta lantai rumah korban sebelum disulut dengan api. Bukti ini dikuatkan dengan hasil kontrol laboratorium forensik.

” Dan terduga Besar, dari ruangannya di Lapas diketemukan timbangan dan empat handphone yg dipakai berkomunikasi, ” Irwan memberikan.

Terhadap Polisi, Besar mengakui jengkel lantaran Fahril tidak kunjung membayar utang. Fahril berutang Rp10 juta lantaran ambil sembilan paket sabu darinya. Transaksi dilaksanakan 2x, dengan semasing tiga serta enam paket sabu.

Didahului penganiayaan

Tidak hanya terduga diatas, Polrestabes Makassar juga meredam tiga orang yang lain atas perkara penganiayaan pada Fahril. Peristiwanya berjarak dua hari sebelum momen kebakaran. Waktu itu Fahril dikeroyok oleh penagih hutang yg diperintah Besar.

Terduga semasing bernama Wandi, Haidir, serta Riswan. Mereka mengeroyok Fahril, akan tetapi tidak berperan pada perkara kebakaran.

Beberapa pemeran sekarang mendekam di ruangan tahanan Polrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya. Tidak hanya perkara pembakaran serta penganiayaan, mereka juga dijaring dengan perkara penyalahgunaan narkoba.

” Kita berikan terhadap penyidik Reskrim serta Narkoba untuk tindak lanjutnya. Kita juga masih tetap menguber pemeran lainnya yg masih tetap DPO, ” papar Kapolrestabes Irwan.

About admin