Polisi Menemukan Jesika Pebalap Cantik Di Malang

Polisi Menemukan Jesika Pebalap Cantik Di Malang – Polisi telah mendapatkan Jesika Amelia Belbi pebalap cantik di Malang yg ndolsor (jatuh terperosok) waktu ikuti balapan liar. Jesika janji tak kan kembali ikuti balap liar. Janji itu ditulis di secarik kertas.

Tidak cuman janji tak kan kembali lagi ikuti balap liar, wanita yg bernama Siska Wati (20) ini pun ceritakan rangkaian ia terjatuh waktu ikuti balap liar di GOR Ken Arok, Kabupaten Malang, Sabtu (19/2/2019) saat lalu.

Ini isi surat permohonan maaf komplet yg di tandatangani Jesika diatas materai :

Nama : Siska Wati
TTG : Malang 12-06-1999
Alamat : Jl KH Malik Dalam Baron, Buring

Rangkaian peristiwa yg saya alami dalam hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 jam 16. 00 WIB di GOR Ken Arok Malang, saya sebagai pengemudi sepeda motor Ninja warna putih kerjakan pekerjaan balap liar bersama-sama kawan saya serta ketika saya kerjakan pekerjaan itu saya alami oleng ke kiri serta terjatuh serta terjatuh hingga alami luka pada kaki kiri.

Dengan surat pengakuan ini, saya sebagai pribadi tak kan ulangi pekerjaan balap liar di GOR Ken Arok serta pada tempat lainnya yg memicu kerugian saya sendiri serta orang yang lain alami luka-luka serta saya mohon maaf pada semua unsur warga atas peristiwa yg saya alami yg tengah viral di sosial media facebook.

Surat disudahi dengan tanda-tangan Siska Dewi, Ketua RW Abdul Hasan serta bapak kandungnya Edi Purnomo.

Sehabis membuat surat pengakuan, Jesika selanjutnya membacakannya di depan Kanit Laka Polres Malang Kota yg mendatangi tempat tinggalnya, Rabu (23/1/2019) , sore.

Benar ya, telah berjanj serta membuat surat pengakuan. Bila hingga sampai dilanggar, dapat dikerjakan penyidikan sesuai sama hukum, ” kata Kanit Laka Polres Malang Kota Iptu Sutadi pada Jesika.

Edi Purnomo jadi orangtua sangatlah menyesalkan tingkah putri sulungnya. Karena, tidak cuman merugikan diri pribadi, balap liar pun memikul beban, sebab motor yg diperlukan adalah utang.

” Supaya kelak bila ulangi diganjar hukuman saja. Motornya itu pinjam, saya malu, ” papar Edi menyesali tindakan putrinya.