Melihat Pernikahan Massal 8 Pasangan Khusus Difabel di Pendopo Bandung

Melihat Pernikahan Massal 8 Pasangan Khusus Difabel di Pendopo Bandung – Rona bahagia terpancar dari raut muka Ajat (48) serta Yayah (42). Dua sejoli penyandang disabilitas netra ini barusan resmikan hubungan melalui ikatan pernikahan.

Ajat serta Yayah adalah satu dari delapan pasangan penyandang disabilitas peserta nikah massal yang diadakan oleh Mimbar Hiburan Amal Buat Dhuafa (MHABD) ke-30 di Pendopo atau rumah dinas Wali Kota Bandung, Jalan Dalam Golongan, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).

Pasangan yang sudah mengikrarkan janji sucinya itu adalah masyarakat Kota Tasikmalaya. Kedua-duanya profesinya menjadi tukang pijat serta sudah merajut jalinan asmara semenjak Agustus 2018 kemarin.

Ajat akui begitu bahagia dapat resmikan hubungan melalui ikatan pernikahan. Ditambah lagi sesaat akan masuk bulan suci Ramadan yang tentu saja akan makin komplet dengan Yayah di sebelahnya.

Ajat menceritakan, awalannya ia dapat lihat dengan baik. Upayanya membuat kursi serta usaha tempe berjalan lumayan baik. Tetapi di tahun 1984 ia alami bencana hingga matanya kehilangan penglihatannya.

“Dahulu dapat lihat tetapi di tahun 1984 tidak dapat lihat. Waktu itu saya pakai kacamata tetapi pusing selalu serta ada saraf di mata yang putus,” katanya.

Sesudah itu, kehidupannya dikit beralih. Di tahun 1990 ia pelajari pengetahuan memijat. Kira-kira sepanjang enam tahun menimba pengetahuan memijat sampai pada akhirnya ia mahir serta buka praktek di kediamannya.

Dalam kesempatan kali ini ia mengharap, kehidupannya dapat tambah lebih baik. Ia bahkan juga mengharap ada pertolongan dari pihak mana saja untuk modal usaha meningkatkan pendapatannya. “Ya mudah-mudahan ada yang membantu untuk modal usaha, buat untuk warung,” tuturnya.

Selain itu pencetus MHABD Aji S Saputra mengatakan, acara ini menyengaja diadakan untuk membagi kebahagiaan dengan masyarakat yang kurang dapat. Tidak hanya acara nikah massal, di MHABD ke 30 ada juga pembagian 1.000 bingkisan sembako untuk beberapa duafa.

“Yang nikah massa saat ini ada 8 pasangan spesial difabel. Pesertanya ada dari Bandung, Karawang, Ciamis ada juga. Maksudnya adalah untuk menyongsong Bulan Ramadan dengan keceriaan bersama dengan rekan-rekan duafa,” katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyongsong positif acara itu. Ditambah lagi acara ini diadakan dengan swadaya dari pihak panitia.

Ia menyebutkan, acara yang diadakan MHABD menjadi bentuk kerjasama yang baik pada pemerintah serta komune. Pekerjaan ini searah dengan program kerjasama yang diusung pemerintahannya.