Home / Indonesia / Kapolda DKI Sudah Antisipasi Intimidasi Di Pilgub DKI

Kapolda DKI Sudah Antisipasi Intimidasi Di Pilgub DKI

Kapolda DKI Sudah Antisipasi Intimidasi Di Pilgub DKI – Hasrat Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan untuk meletakkan satu anggotanya di tiap-tiap tempat pengambilan suara (TPS) pada akhirnya terwujud. Pada putaran pertama, Iriawan mengusulkan hal semacam itu namun tidak diterima Ketua KPU DKI Sumarno lantaran dinilai tidak ada urgensinya.

Lantas mengapa pada putaran ke-2 pengamanan makin ketat?

” Lantaran hasil laporan dari putaran pertama ada yang (intimidasi). Semua paslon (pasangan calon) melaporkan pada kami kalau ada rasa intimidasi, hingga kami ambil langkah satu TPS dijaga satu polisi serta satu TNI, ” kata Iriawan di Kantor KPU DKI, Rabu (29/3/2017).

Iriawan menyampaikan, intimidasi berlangsung di beberapa TPS di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Timur. Pihaknya mempersiapkan 21. 000 anggota untuk bersiaga serta berpatroli di 13. 032 TPS.

Iriawan juga menyinggung masalah wacana ” Tamasya Al-Maidah ” yang mengajak massa dari luar Jakarta datang ke TPS waktu pencoblosan pada 19 April 2017. Iriawan meyakinkan pihaknya dapat lakukan pengamanan berbarengan TNI, Satpol PP, serta Linmas.

Penyelenggara pemiliu serta Panwas akan ada di tempat untuk menghindar kecurangan.

” Kami mengemukakan pada khalayak, Tamasya Al-Maidah tak perlu dikerjakan. Ingin tamasya ke mana? Kami diperintah Undang-undang untuk melindungi ketertiban. Kami melindungi kenyamanan pemilih siapapun, paslon dua atau tiga, ” tutur Iriawan.
Spanduk provokatif

Ia menyampaikan kalau langkah untuk menghindar intimidasi juga dikerjakan sebelumnya penentuan. Satu diantara langkahnya yaitu dengan menertibkan spanduk-spanduk provokatif bernada suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA).

Bawaslu DKI berbarengan kepolisian serta Satpol PP sekurang-kurangnya telah turunkan 1. 230 spanduk kampanye serta bernada provokatif. Iriawan memohon orang-orang turunkan spanduk-spanduk itu. Bila masihlah bertebaran, ia berjanji bakal memidanakan beberapa pemasangnya.

” Ini peringatan paling akhir, bila memanglah masihlah ada, saya bakal memakai UU yang mengatur mengenai SARA, ” tutur Iriawan di Kantor KPU DKI Jakarta, Rabu.

Iriawan menyampaikan pihaknya telah mengantongi sebagian nama yang dicurigai aktif menempatkan spanduk provokatif di beberapa pojok Jakarta. Iriawan malas mengungkapkan pihak-pihak yang disebut.

Di segi yang lain, polisi sendiri menempatkan beberapa ratus spanduk tandingan berbunyi, ” Janganlah gampang terprovokasi, mari kita buat kondisi yang aman serta aman “.

” Maka dari itu kami peringatkan dahulu. Untuk yang coba ya silahkan, Pak Wakapolda telah pegang data beberapa namanya serta Krimum, lantaran tidak susah buat bongkar dimana nyetaknya serta siapa yang menebarkan, kami ketahui semuanya orang-orangnya, ” tuturnya.

About admin