Dahnil Sendiri Mengakui Malas Menyikapi Penghargaan Yang Dibikin Oleh PSI Itu

Dahnil Sendiri Mengakui Malas Menyikapi Penghargaan Yang Dibikin Oleh PSI Itu – Koordinator Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzhar Simanjuntak menyebutkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi alay politik. Hal demikian dikarenakan PSI memberikannya Kebohongan Award terhadap pasangan nomer urut 02 itu.

Dahnil sendiri mengakui malas menyikapi penghargaan yg dibikin oleh PSI itu.

” Saya malas nanggapin alay-alay politik begitu, kita menyikapi apa, lantaran Arti saya alay politik mencari perhatian senantiasa diapain, diketawain saja, ” papar Dahnil di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1) .

Dia lantas merasa penghargaan itu tidaklah soal serius. Menurut dia aksi yg dilaksanakan PSI itu baiknya dikasih tepok tangan serta diketawai.

” Alay politik yg demikian gak perlu disikapi serius, diketawain saja. Kami gak menganggapnya itu soal yg serius, kami anggapnya alay politik yg mencari perhatian. Bagaimana sich ya jadi alay yg caper diketawain ditepuktanganin begitu saja, ” katanya.

Dahnil pun tidak mengambil pusing apa piagam penghargaan itu telah tiba atau belum pula ke kantor BPN. Dia lantas mengakui malas buat terima penghargaan sejenis itu.

” Gak tahu jadi kita, ya ngapain di terima kasian loh alay-alay begitu kembali mencari perhatian kita ketawain saja deh, ” katanya.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjelaskan partainya akan tidak membuat penghargaan tandingan terhadap PSI. Dia menyatakan partainya cuma konsentrasi buat menjadi pemenang Pemilu serta Pemilihan presiden, bukan bikin pusing penghargaan yg dibikin oleh PSI.

” Gak lah, kita pengen menangi pemilu bukan membuat sensasi, ” katanya.

Pihaknya lantas malas buat memberikan laporan PSI sehubungan penghargaan itu. Bahkan juga, menurut dia PSI tidak layak buat dilaporkan.

” Dilaporkan lantas gak layak menurut saya, ” papar Fadli.

Seterusnya, Fadli malah mengkritik program mobil Esemka pemerintah. Menurut dia mobil Esemka ialah monumen kebohongan nasional.

” Yg bohong itu kita coba lihat siapa, mobil Esemka, itu mobil mesti berubah menjadi monumen kebohongan nasional. Jika pengen lihat kebohongan, mesti lihat yg berikan efek terhadap kebijaksanaan buat rakyat Indonesia itu namanya kebohongan, janji-janji seseorang pemimpin di 2014 yg tidak ditetapi itu lah, ” bebernya.

Awal mulanya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menjelaskan ‘Kebohongan Award’ di muka tahun 2019 yg dikasihkan PSI terhadap paslon presiden serta wapres nomer urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ialah suatu peringatan terhadap publik.

Dia menjelaskan penghargaan itu adalah bentuk dari kegelisahan dapat kebohongan yg terus-terusan dilaksanakan lewat cara sistematis oleh team kampanye paslon nomer urut 02 atau Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) .