Beroperasi saat Ramadan, 25 terapis plus-plus di Bandung ditangkap

Beroperasi saat Ramadan, 25 terapis plus-plus di Bandung ditangkap – Satpol PP Kota Bandung mengamankan 25 terapis yg dikira memberikannya layanan pelayanan pijat plus-plus di Hotel Harapan Indah, Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Hal semacam tersebut tersingkap dari hasil operasi cipta situasi Ramadan yg dijalankan Satpol PP Kota Bandung, Selasa (6/6) .

Anggota Satpol PP yg menggeledah satu persatu kamar dari hotel kelas melati itu mendapatkan ada dua kamar yg tengah melaksanakan kegiatan pijat memijat. Dari temuan di lapangan, hotel yg sudah beralih kegunaan jadi tempat pijat ini dikira kuat difungsikan buat berbuat asusila.

” Selagi kita check, ada dua kamar tengah melaksanakan aktivitas pijat memijat. Kita OTT segera. Kita kira tempat ini jadi tempat prostitusi terselubung. Kita dapatkan ada juga alat kontrasepsi, ” papar Kabid Penegakan Product Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi pada wartawan di tempat.

Dua orang terapis yg tertangkap tangan tengah melayani tamu itu selanjutnya dibawa oleh anggota Satpol PP. Mereka dimintai info oleh petugas. Tidak cuman 2 orang terapis, nyata-nyatanya ada 23 terapis yang lain yg ada di tempat itu. Jadi keseluruhan ada 25 terapis yg dibawa oleh petugas Satpol PP.

” Oleh karena itu kita amakankan buat dicek lebih dalam, ” tukasnya.

Menurut Idris, dari 70 kamar yg ada di hotel itu, 11 kamar salah satunya difungsikan jadi tempat pijat. Pihaknya dapat menyebut yang miliki hotel buat dimintai info.

Tidak cuma itu, jadi aksi tegas, pihaknya segera menyegel kamar yg jadikan tempat praktek pijat.

” Mereka tidak mematuhi Perda Kota Bandung no 19 th. 2012 terkait izin problem serta Perda no 7 th. 2012 terkait penyelenggaraan kepariwisataan, ” tukasnya.

Ditempat yg sama, Kepala Seksi Layanan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan serta Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Edward Parlindungan mengimbuhkan, dari hasil penelusuran didapati bahwa hotel itu udah lama tdk perpanjang izin. Tidak cuman itu juga sudah berpindah kegunaan jadi indekos.

” Selagi kita lihat tempat udah lama tdk perpanjang izin. Kegunaan hotel itu juga seperti kos-kosan. Kita semestinya dapat memberikannya hukuman. Seandainya bisa di buktikan ada penyimpangan terang tempat dapat ditutup, ” tangkisnya. rnd