Home / Berita Umum / Anies Tidak Setuju ERP Di Terapkan Di Motor

Anies Tidak Setuju ERP Di Terapkan Di Motor

Anies Tidak Setuju ERP Di Terapkan Di Motor – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan ingin aplikasi jalan berbayar alias electronic road pricing (ERP) tidak diaplikasikan pada motor. Anies beralasan peraturan sekarang ini cuma mengendalikan ERP diresmikan untuk mobil.

“Jika undang-undangnya katakan ERP untuk kendaraan terkecuali kendaraan roda dua, ya waktu kita melanggar,” kata Anies Sentul, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2018).

Anies menjelaskan Pemprov DKI tidak ingin akan melanggar ketentuan itu. Regulasinya sendiri ada di Pergub Nomer 25 Tahun 2017 mengenai Penetapan Kendaraan Bermotor Lewat Skema Jalan Berbayar Elektronik.

“Kita mesti turut ketentuan. Waktu melanggar,” ucap Anies.

Awal mulanya, ERP diwacanakan bukan sekedar akan diharuskan buat kendaraan roda empat atau lebih, tetapi ikut kendaraan roda dua. Proses uji tehnis itu tengah disiapkan oleh tiga perusahaan yang ikuti lelang.

Dalam dokumen ini (penawaran) masih tetap dikatakan ya. Diisyaratkan jadi sisi yang dievaluasi untuk roda dua,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko di DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/11).

Sigit menjelaskan Pemprov DKI membuat Perda mengenai ERP bersama dengan DPRD DKI Jakarta. Dalam perda itu, gagasannya akan dimasukkan motor serta menggagalkan Pergub Nomer 25 Tahun 2017 mengenai Penetapan Kendaraan Bermotor Lewat Skema Jalan Berbayar Elektronik yang melarang sepeda motor melintas.

“Kan kita ingin membuat perda, sudah masuk (Bapemperda) Tubuh Pembentukan Perda,” jelas Sigit.

About admin